Peluang Bisnis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Makanlah dengan Bijak


Anda berpikir salah satu penyebab munculnya penyakit karena pola makan Anda yang salah?

Jika Anda belum pernah berpikir demikian, ada baiknya mulai sekarang jangan salahkan umur ataupun waktu. Cobalah telaah pola makan Anda. Munculnya penyakit juga dapat disebabkan hal tersebut. Tren masyarakat saat ini tak lagi mengutamakan pola makan yang sehat.

Tak ayal, kesehatan masyarakat sekarang ini rentan terhadap penyakit. Makanan adalah kebutuhan pokok agar bisa tetap bertahan hidup. Makanan yang disantap dalam sehari sebaiknya mengandung nutrisi yang cukup agar tubuh bisa menjalankan semua fungsinya dengan baik.

Padahal sudah menjadi rahasia umum jika makan, makanlah yang mengandung empat sehat lima sempurna, yaitu makanan pokok yang berfungsi sebagai sumber tenaga. Zat ini terkandung dalam nasi, jagung, gandum- ,kentang, dan umbi-umbian. Lauk-pauk berperan memenuhi zat pembangun. Ini terdapat pada tempe, tahu, telur, daging, ikan, dan lain-lain.




Kemudian, sayur-sayuran berperan memenuhi kebutuhan zat pengatur dalam tubuh. Banyak jenis sayuran, yakni bayam, terong, tomat, cabai, kacang panjang, dan lainnya. Lalu, buah-buahan memiliki andil sebagai zat pengatur tubuh seperti jeruk, tomat, wortel, apel, sirsak, dan sebagaianya.

Yang menjadi penyempurna adalah susu. Susu tak bisa anggap sebelah mata karena sebagai pelengkap dari keempat tersebut. Memang tidak ada kewajiban ataupun keharusan mengonsumsi susu. Yang pasti, zat yang dikandung susu berguna bagi tubuh. Nutrisionis RSUP Haji Adam Malik Sairi Saragih menerangkan, banyak masyarakat yang menjalani keseharian dengan pola hidup yang salah.

Parahnya lagi, kondisi ini tidak diimbangi dengan cakupan makanan bagi tubuh. Kondisi inilah membuat tubuh tak mampu menahan serangan penyakit. “Pola hidup itu mencakup pola makan. Pola hidup salah, berarti pola makan juga salah,” tandasnya. Hal yang sudah menjadi pemandangan umum, lihatlah saat makan di rumah makan atau tempat-tempat makan yang ramai dikunjungi pembeli.

Coba lihat menu makanan yang dipesan di sekitar, atau bahkan diri Anda sendiri pernah melakukan hal ini. Saat memakan nasi dibarengi dengan minuman teh manis. Memang begitu nikmat. Menurut Sairi, bila ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat, sepatutnya hentikanlah.

Anjuran untuk tidak minum teh langsung setelah makan berkaitan dengan interaksi antara asam fitat yang terkandung dalam teh yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Oleh karena asam fitat merupakan zat nongizi yang dapat mengikat mineral besi (Fe), seng (Zn), atau magnesium (Mg). Akibatnya, mineral-mineral itu tidak dapat diserap oleh tubuh.

Hal ini akan menyebabkan anemia atau kekurangan zat besi. Dengan kata lain, makanan yang kita makan hanya menjadi kekenyangan dalam perut, tetapi tidak diserap oleh tubuh. “Hal ini sudah menjadi kebiasaan dan terus-menerus dilakukan. Sudah menjadi kebiasaan pula banyak orang-orang sekarang sering mengalami anemia,” ucap Sairi.

Tidak ada komentar: