Persamaan dan Perbedaan MK dan MK Internasional
·
Persamaan :
membahasan keputusan
investasi, keputusan pendanaan dan kebijaksanaan deviden serta bertujuan
memaksimalkan nilai perusahaan dengan memaksimalkan harga saham perusahaan.
·
Perbedaan :
MK = untuk perusahaan
domestik walaupun punya banyak anak perusahaan tetapi masih dalam satu negara
(satu mata uang) sehingga tidak terjadi masalah resiko perubahan nilai tukar
(foreign exchange rate), perpajakan dan akuntansu khususnya pembuatan laporan
keuangan rekonsiliasi.
MK Internasional =
ü membahas tentang
lingkungan manajemen keuangan internasional, faktor-faktor yang mempengaruhi
nilai tukar dan neraca pembayaran serta implikasinya pada suatu negara
ü Pasar valuta asing
(foreign exchange market) dan bagaimana pasar valas ini berfungsi dalam
perekonomian dunia.
ü Analisis investasi
langsung,
ü Manajemen operasi
multinasional
ü Perbankan
internsional
Perusahaan Multinasional(MNC)
Perusahaan yang
memproduksi dan memasarkan produknya di dua negara atau lebih sehingga dalam
aktivitasnya melibatkan dua mata uang atau lebih yang berbeda. Pada umumnya MNC
memiliki kantor pusat disuatu negara dan didukung oleh beberapa anak perusahaan
dinegara lain yang pengoperasiannya dengan telekomunikasi. Kondisi ini
menggugurkan teori perdagangan internasional oleh Adam Smith dan Davd ricardo
yang mengatakan bahwa 1) faktor-faktor produksi
tidak daat dipindahkan/mobilitasnya sangat rendah, 2) kunci sukses
perdagangan internasional tidak lagi mengandalkan keunggulan komperatif akan
tetapi keunggulan kompetitif disamping itu adanya artifcial material
menggantikan SDA dan kesadarang suatu negara akan hak-hak minimum pekerja
membuat keunggulan komperatif tidak lagi dapat diandalkan.
Ada tiga motif utama berdirinya MNC :
q Bermotif
memperluas usahanya dalam rangka mencari bahan baku(raw material seker) dan
menjual produknya keluar negeri, bahkan pemerintah tidak tahu berapa banyak dan
apa saja yang dihasilkan oleh perusahaan asing tersebut. (Spt : PT Freeport
(timah dan emas) di irian jaya, PT Caltex (minyak) di riau, PT Port Newman
(minyak) di batu binjai NTB dll.
q Bermotif mencari
pasar (market seeker). Spt : data jumlah penduduk Ind. Tahun 1998 ada
203.000.000 jiwa bila 50% wanita dan 50 %nya menggunakan alat-alat kewanitaan,
berapa besar keuntungannya ?
q Bermotif
menimumkan biaya (cost minimazer), Spt : keringan pajak, tenaga kerja murah,
harga tanah murah, biaya pengolahan limbah dg syarat ringan, menghindari adanya
batasan kuota dinegaranya, pelayanan purna jual cepat.
Evolusi Perusahaan Multinasional melalui tahapan-tahapan :
v Ekspor, merupakan proses awal menjadi perusahaan
multinasional.
Kebaikan
:
secara tidak langsung
dapat melakukan riset pasar, investasi rendah krn tidak mendirikan fasilitas
produksi, kemungkinan gagal dan dinasionalisasikan rendah
Keburukan
:
Jika respon pasar baik
akan sulit memenuhi permintaan pasar dan sering dijadikan sasaran protoksi
produk subsitusi impor dinegara tujuan sehingga memaksa MNC mendirikan
fasilitas produksi atau memberikan lisensi kepada mitra lokalnya.
v Memberikan Lisensi dan mendirikan fasilitas produksi kepada
mitra lokalnya.
Kelemahannya
sering tidak terjadi tranfer
teknologi dikarenakan memang tidak ditulis, komponen utama masih dikirim dari
pusat dan mitra lokal hanya tertarik dengan merakit saja tidak mendirikan
pabrik secara utuh. Spt mobil jepang dari built up (utuh) menjadi terurai
(knock down).
v Investasi langsung (foreign direct investmnet).
Cara ini diambil
setelah ada jaminan bahwa investasi itu
aman dari resiko dan persaiangan mitra lokal dan mnguntungkan karena pasar
telah berkembang dan memberikan respon yang positif. Spt : Astra mengembangkan
program diklat kepada bengkel-bengkel hingga ke desa-desa diseluruh Indonesia
dg tujuan mengamankan investasi yang besar telah tertanam karena pelayanan
purna jual dan ketersediaan suku cadang dapat dipenuhi.
NILAI MATA UANG DAN PENENTUAN NILAI MATA UANG DAN
VALAS
Depresiasi :
Mata uang suatu negara
mengalami penurunan nilai terhadap mata
uang negara lain, seperti memerlukan Rp. > untuk mendapatkan US $. Dan dari
sisi akuntansi maka MNC akan membebankan kerugian akibat penurunan mata uang
pada laporan R/L tahun berjalan.
Apresiasi :
Bila mata uang suatu
negara mengalami peningkatan nilai terhadap mata uang negara lain seperti : memerlukan Rp. < untuk
mendapatkan US $
Devaluasi :
mata uang suatu negara
menunjukkan penurunan nilai secara sengaja dan diumumkan oleh pemerintah, dan
dari sisi akuntansi maka MNC dapat membebankan kerugian akibat penurunan nilai
tukar pada beberapa tahun kedepan
Revaluasi :
mata uang suatu negara
menunjukkan peningkatan nilai tukar mata uang
terhadap mata uang negara lain dan diumumkan oleh pemerintah
Faktor-faktor Penentu Nilai Tukar
Seperti halnya komoditi
lain, maka mata uangpun dapat dianggap sebagai komoditi selain sebgai alat
pembayaran. Dengan demikian maka nilai tukar mata uang ditentukan :
v Kekuatan permintaan dan penawaran dalam transaksi ekspor dan
import
Ø Permintaan Rp
ditentukan permintaan barang/jasa buatan Indonesia oleh orang Amerika. Makin
banyak import Amerika dari Indonesia makin besar kebutuhan Rp untuk membayar
import dari Indonesia. Transaksi import dari Indonesia juga akan mempengaruhi
penawaran US $, karena makin besar import dari Indonesia, maka semakin banyak
US $ harus ditukar atau ditawarkan terhadap Rp utuk membayar import tersebut.
Ø Permintaan US $
ditentukan permintaan barang/jasa buatan Amerika Serikat oleh orang Indonesia .
Makin banyak import Indonesia dari Amerika Serikat, makin besar kebutuhan US $
untuk membayar import dari Amerika Serikat. Transaksi import dari Amerika juga akan mempengaruhi penawaran Rp, karena
makin besar import dari Amerika, maka semakin banyak Rp harus ditukar atau
ditawarkan terhadap US $ utuk membayar import tersebut.



Ε1 S1
So
Do D1
o q2 qo
q1 q3
Keterangan :
Sumbu datar
menunjukkan q (kuantitas Rp)
Sumbu
vertikal menunjukkan nilai tukar Rp terhadap US $
Nilai
tukar antara Rp terhadap US $ akan
menuju keseimbangan baru sesuai dengan arus barang/jasa diantara dua negara.
·
Jika ekspor Indonesia ke Amerika Serikat turun, maka penawaran US $ akan turun juga,
berarti kurva penawaran bergeser ke kiri atas dari So ke S1.
·
jika import Indonesia dari Amerika Serikat meningkat, maka
permintaan US $ akan meningkat juga, berarti kurva permintaan akan bergeser ke
kanan atas dari Do ke D1
·
Penurunan penawaran US $ disertai dg kenaikan permintaan,
mengakibatkan nilai tukar Rp trhadap US $ mengalami perubahan dari εo menuju
keseimbangan baru ε1
v Tingkat inflasi
Bila tingkat inflasi di
Indonesia tahun 1998 sebesar 80% (kenaikan harga barang secara umum sebesar
80%) dan inflasi di Amerika Serikat sebesar 4%, maka akibatnya orang Indonesia
melihat barang buatan Amerika Serikat lebih murah, import meningkat, permintaan US $ untuk bayar
import akan naik. Disisi lain orang Amerika Serikat melihat barang buatan
Indonesia mahal, import turun, permintaan Rp untuk bayar turun. Kedua hal
tersebut mengakibatkan Rp mengalami depresiasi terhadap US $, sebagai akibat inflasi di Indonesia > inflasi di
Amerika Serikat.
v Tingkat bunga
Tingkat bunga deposito secara
teoritis mencerminkan tingkat keuntungan riil ditambah tingkat keuntungan premi
resiko.
Premi
resiko adalah tingkat keuntungan untuk menutup resiko sepeerti resiko inflasi,
resiko likuiditas dan resiko lainnya.
Bila di Indonesia r deposito <
r inflasi, dan di Amerika r deposito > r inflasi, maka pemilik modal akan senang menanam
dananya dalam bentuk US $ dengan cara deposito dalam US $ dan terjadilah depresiasi
Rp terhadap US $ dan sebaliknya.
v Pengharapan pasar (market expectation) atas kondisi masa
datang.
Apabila
pasar berpengharapan inflasi akan tinggi dimasa datang, maka pemilik modal akan
membelanjakan uangnya baik untuk barang
durable (tahan lama) yang diperkirakan
akan mengalami kenaikan harga atau ditukarkan dalam bentuk mata uang lain yang
nilainya stabil. Reputasi bank sentral
dipandang sebagai salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap
stabilitas nilai rupiah. Apakah kebijaksanaannya gigih mengendalikan inflasi
atau justru sebaliknya lebih longgar. Jika ekonomi dilonggarkan, maka tingkat
bunga akan diturunkan dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan
menurunkan pengangguran dan bila ekspansif, maka ancaman inflasi akan datang
dan berarti menurunkan nilai mata uang.
v Intervensi bank sentral di pasar valas
Bank
sentral sebagai pengendali pembayaran pemerintah perlu melakukan intervensi
melalui mekanisme tingkat bunga dan operasi pasar. Spt : bila dipandang
depresiasi Rp terlalu besar maka BS melakukan penjualan US $ langsung dipasaran
atau menaikan tingkat bunga dan sebaliknya bila apresiasi maka akan membeli US
$ dan menurunkan tingkat bunga. Contoh :
pada bulan juli 1998 nilai inflasi
mencapai 60% dan nilai tukar belum stabil, maka pemerintah mematok bunga SBI
pada tingkat 60% dengan harapan tk bunga deposito dapat menarik dana masyarakat
sehingga JUB akan turun dan menyerap modal kerja perusahaan asing yang ada di
Indonesia dalam bentuk rupiahkarena pada awal krisis mereka berusaha mengurangi
modal kerja dalam bentuk rupiah.
SISTEM KEUANGAN (MONETER) INTERNASIONAL
Merupakan
seperangkat kebijakan, institusi, praktek, peraturan dan mekanisme yang
menentukan tingkat dimana suatu mata uang ditukarkan dengan mata uang lain
(Shapiro, 1996, hal. 75)
Ada 4 mekanisme Penentuan Nilai Tukar, yaitu :
§
Sistem Nilai Tukar
Tetap (Fixed rate system)
Adalah sistem dimana nilai
mata uang suatu negara ditentukan tetap terhadap mata uang negara lain. Sistem ini memaksa pemerintah untuk
menyesuaikan nilai tukarnya jika lagi mencerminkan nilai yang wajar dengan cara
:
ü mendevaluasi nilai
mata uangnya atau merevaluasikannya.
Penggunaan sistem nilai
tukar tetap ini seringkali mengakibatkan negara terpaksa harus meminjam dalam
jumlah besar, tetapi pinjaman itu sifatnya sementara dan jumlahnya juga
terbatas. (spt Ind pernah melaksanakan sistem ini dan tidak cocok dg
perkembangan global sehingga mengakibatkan hutang pemerintah meningkat terus).
Dampak dari devaluasi :
barang/jasa kurang kompetitif, pertumbuhan ekonomi rendah, pengangguran
meningkat dan hutang luar negeri meningkat.
ü Mengurangi pengeluaran pemerintah dan meningkatkan
pajak.
Cara ini mungkin lebih
baik dari pada harus mendevaluasi rupiah.
Tetapi ini menjadi dilema kaena kita juga masih membutuhkan investasi
asing dalam jumlah besar dan dg keringan pembebasan pajak, agar investor
tertarik tentunya.
ü Melakukan
pengawasan lalu lintas devisa
Pengawasan itu dilakukan dengn memonoitor arus keluar
masuknya dana selama tarnsaksi itu berkaitan dengan ekspor dan import hal itu
tidak akan bahaya. Dan ini tidak boleh terlalu ketat karena bila tidak baik
eksportir maupun importir akan menahan dananya diluar negeri.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar